Senin, 29 September 2014

Andai-andai jadi kenyataan

Assalamualaikum wr wb..

Andai- andai jadi kenyatan

Masa kecil? Aahhh masa yang amat indah dan menyenangkan. Beda banget dengan anak jaman sekarang. Si mbok D perhatikan, mainnya lebih suka di mall, nonton tv, dan main gadget. Padahal, semua itu tak tergantikan deh dengan pengalaman rasanya manjat pohon terus ga bisa turun, hahahahaa.. Lari-larian di lapangan naik turun lalu nyungsep nyium semen lapangan badminton sampai bibir dower..(halaahh bahasa nyungsep dan dower keluar...hihihihi), manjat pagar rumah, nyari kupu-kupu raksasa (seukuran 2 telapak tangan), kumbang emas di sawah, main benteng, ludo, monopoli, kasti, bikin kolam untuk ikan cere (ikan kecil2 dari got), nyari buah mete dan main masak masakan, dll. Membuat mainan sendiri dari daun, pelepah pisang, kayu dll. Kreatif banget.

Aku si bungsu dari enam bersaudara, 3 perempuan 3 laki laki. Ibuku yang mungil amat sangat telaten, sabar, baik banget , rajin, pintar, terkadang galak, religius, memanjakan kami semua.... Bapakku yang amat jarang di rumah karena pekerjaannya sebagai TNI ABRI. Saking sangat jarang di rumah si Bapak, sempat pernah bingung kala ditanya orang. Bapakmu kerja apa? Hhhmm apa yah? Hahahhaa..parah iihhh masa ga tahu kerjaan Bapaknya. Hanya gara-gara si Bapak ga pernah aku lihat pake seragam ABRInya... Karena udah ga tinggal di komplek ABRI lagi. Baru jelas setelah SMP lihat si Bapak pake seragam hijau. Gantengnyaa si Bapak. :-) Beliau juga seorang MacGayver... Apa aja bisa dibenerin (mobil, sepeda, mainan, rumah dll) serba bisa banget deh, tegas, galak, disiplin, baik dan memanjakan anak anaknya semua... Love You both banget deh....Bapak Ibu... :*

Ibuku dari kecil sudah menanamkan nilai kemandirian. Seperti cuci piring, sehabis makan meletakan piring di tempatnya, gotong royong bersih bersih, masak dll... Semampu kami. Sebagai si bungsu aku sering diberikan keistimewaan kebagian tugas sedikit, yang seharusnya cuci piring beserta panci n wajan tapi aku cuci piring n gelasnya aja. Panci n wajannya dicuci Ibu karena aku geli liat yang berminyak ...hihihihii... Maaf ya mbakku n masku :-)
Saat lebaran momen yang tak terlupakan. Masak bersama.... Buat aneka kue, ketupat beserta sayur labu dll. Aku kebagian mencari batu di dalam beras, mencuci lalu mengisi. Tetapi kerjaan itu aku kerjakan disamping Ibu. Itu artinya lagi lagi dibantu Ibu.. Aahhh payah ya aku..

Saking berkesannya, aku jadi sangat menyukai kegiatan di dapur kecuali cuci piring hingga sekarang. Mulai masak dan membuat kue. Melihat ibu dan kakakku membuat aneka makanan rasanya menyenangkan sekali. Mulai sayur-sayuran, kari kepiting, ayam goreng, kue2an, puding, es palubutung, donat dan bahkan roti. Meskipun kadang kala rotinya pas untuk nimpuk maling alias keras...hihihihi....
Jaman SD lupa tepatnya kelas berapa ya, aku sudah bisa buat kue semprit yang ada kismis ditengahnya. Rasanya udah bisa buat kue semprit rasanya luar biasa. Norak yah.. Hingga dulu sampai berandai-andai punya bakery, toko kue. Tokonya punya etalase kaca kue yang bagus, jendela kaca besar dan di atas pintunya ada awning warna merah putihnya, ada meja kursi untuk tempat makan kue dan teh manis sambil baca buku atau majalah. Bayangan tersebut sesuai dengan kesukaanku, makan kue dan minum teh manis hangat sambil membaca. Sepertinya sederhana tapi nikmat banget yah?

Ternyata dibawah alam sadarku menyimpan cita-citaku yang dominan. Kupikir itu hanyalah angan angan masa kecil belaka. Karena masih kecil cita-cita banyak seperti anak kecil lazimnya. Pengen jadi ini itu. Sempat kepengen jadi Pramugari, Polwan, Kowad, Pilot (hahaha..jelas ga mungkin karena tingginya semampai alias semeter tak sampai), suster, dokter, dan anchor.

Saat kuliah masuk jurusan public relation, karena bingung alasan memilih jurusan apa, kampusnya dekat dan ada ketertarikan juga dengan bidang tersebut. Dalam hati, besar harapan bisa berbicara tanpa malu-malu. Kelar kuliah ternyata diterima kerja sebagai pegawai Bank. Hahahaa.. ga nyambung banget yah?

Setelah menikah keinginan membuka usaha makin kuat. Setelah disarankan untuk berhenti bekerja oleh suami dan juga karena aku dianugerahi oleh Allah SWT yaitu SLE, Lupus, APS. Akhirnya bismillah, aku memberanikan diri untuk membuka warung Mbok Dengkleng. Tetapi, karena keadaan fisikku makin menurun karena SLE ketika itu dan minimnya pengalaman aku harus menutup warung tersebut.  Meski sekarang fisik warung Mbok Dengkleng terpaksa tutup sementara, namun pesanan kue (merk "QDeal" baca kudil- kue dilli) dan catering, ayam goreng tulang lunak, mie ayam, nasi uduk merah putih, nasi box, tumpeng, nugget, rollade, sayap isi, masih banyak berdatangan via bbm, sms, telepon, FB. Dan alhamdulilah juga baik QDeal dan ayam goreng tulang lunak, nugget, rollade dan sayap isi Mbok Dengkleng sudah mendapatkan sertifikat halal. Semoga si Mbok D bisa makin berkah untukku, keluargaku dan para asistenku karena bertekad memberikan hidangan halal dan thayib untuk semua customerku.

Semoga andai-andai ini terus menjadi kenyatan dan berkembang lebih maju lagi. Mohon doa restunya ya.. Aamiin yra.

Tetap berandai andai dan berusaha apapun yang terjadi. Never give up, pantang patah semangat..terus maju... !!

Alhamdulilah selesai juga pe er tulisan perdana.. Untuk KMB lets blogging...

Sekian yah wejangan dr si mbok D yg suka bikin geleng2...
Wassalamualaikum wr wb...

#nikmatnya tak bersisa... Mau lagi dong Ayam Goreng Tulang Lunaknyaaaaaaa....!!!!!!
Hp 081282093446
Bb 25abea09