Jumat, 14 November 2014

TDA and Me


TDA and Me

Sejak menikah diboyong ke Bekasi oleh suami tercinta, aku bingung. Dari kecil besar di Kebayoran Lama, otomatis temanku banyak di daerah sana.  Saat pindah berarti aku harus mencari teman di Bekasi. Bingung cari teman yang se"frekuensi" denganku. Terlebih aku memutuskan berhenti bekerja, untuk  memang berniat berwiraswasta. Berarti aku harus mencari wadah untuk mementoring tujuanku tersebut. Karena aku sendiri buta wirausaha. Selama ini hanya belajar berjualan secara sederhana, alias menawarkan hasil masakanku atau kue-kue buatanku saja.

Pertemuan dengan mba Afia Lindra, suvenir coklatlah yang membuatku semakin  tambah bergairah menggeluti dunia usaha. Sebelum ikut dalam program kelas KMB TDA Srikandi aku banyak dicemplungkan oleh beliau. Seperti seminar, diskusi-diskusi, dan bahkan ikutan pesta wirausaha tgl 8-10 Februari 2013 di Expo Kemayoran.

Mengikuti pesta wirausaha pertama kali yang megah membuatku sangat takjub. Banyak pembicara-pembicara dari berbagai kalangan. Mulai dari menteri hingga praktisi dan bahkan seorang ustad. Di dada ini serasa meletup-letup mendengar cerita nyata, motivasi, pengalaman dan berbagai tips wirausaha. Senang sekali aku mengikuti acara pesta wirausaha tersebut.

3 hari aku mengikuti pesta wirausaha, lalu diikuti pesta wirausaha di tahun berikutnya membuatku sedikit mengenal apa itu TDA, terutama TDA Bekasi.

Mengamati TDA seluruh Indonesia saat pesta wirausaha membuatku terkagum kagum akan kekompakan dan kekerabatan sesama anggota TDA Bekasi. Begitu erat kekompakan terlihat jelas saat beberapa para anggotanya (saat itu yg yang aku kenal pak rawi, pak bara, pak enjang, pak rum) berpartisipasi menjadi panitia acara pesta wirausaha di Expo Kemayoran. Partisipan dari Bekasi menggunakan bus besar untuk menuju ke Expo Kemayoran. Dan hingga kini masih aku rasakan kekompakan tsb.

Sepertinya tanpa seorang pemimpin yang kuat adalah pak Rawi, tanpa lelah beliau menebarkan berbagai ilmu yang berkaitan kewirausahaan untuk semua anggota TDA yang khususnya Bekasi, memotivasi dan menggalang persatuan antar anggota tanpa pamrih. Masya Allah... Luar biasa pak Rawi. Waktunya lebih banyak dihabiskan untuk di TDA Bekasi. Tak heran TDA Bekasi menang di pesta wirausaha nasional untuk kategori pengkaderan terbaik. Keren banget!  Pak Rawi gitu...!  Ketika ada yang bertanya, "pak, ngurusin TDA melulu....kapan ngurusin bisnisnya?" Dan beliau menjawab, biar Allah SWT yang mengatur semuanya. Waaah..Pak Rawi... Speechless deh...

Selain pak Rawi, ada juga pak Bara yang selalu mendukung TDA Bekasi dengan menyediakan tempat yang luas dan nyaman. Keren deh.... Ada mba Afia yang menggerakan para srikandi TDA Bekasi, beliau juga menebarkan virus-virus kewirausahawan dan berbagai ilmu positidf pada sekitarnya. Ada bu Nungki dengan ilmu alam bawah sadarnya...banyak memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat, seperti mengenali penipuan hingga sampai mengasuh anak, dll. Ada juga mba Vidya yang selalu membantu untuk bagian tiket pendaftaran aneka kegaiatan, ada mas Bai yang selalu ringan tangan untuk mengurus berbagai kegiatan, juga tak lupa mbak Mira, yang sering mendorong aktif menulis di blog. Dan masih banyak lagi..maaf yang belum aku sebutkan satu per satu dan juga maaf kalo ada kesalahan penyebutan.

Bagiku TDA Bekasi salah satu komunitas yang sangat hebat, kuat, dan mulia... Karena banyak ilmu yang aku serap dan aku implementasikan. Meski belum semua aku praktekkan ilmu tsb. Menyesuaikan kondisi... Aku jadi lebih mengenal  arti kata TDA yang sebenarnya. Tangan Di Atas. Tangan yang berada di atas in shaa Allah lebih mulia, sukses mulia, itu kata-kata yg nancap dihatiku.

Terima kasih sebanyak banyaknya untuk TDA khususnya TDA Bekasi. Semoga semakin solid para kadernya dan juga para anggotanya. Dan tahun depan, next pesta wirausaha akan digawangi oleh kader kader terbaik dari Bekasi, diketuai pak MR. Selamat bekerja teman teman... Semoga sukses acaranya. Lebih megah dan bagus dari pada tahun 2013. Aamiin...yra.

Jumat, 07 November 2014

Snack Ulat Sutra

Snack Ulat Sutra

Pertama kali mendengar mbak Pipit Dapur Kenanga bercerita tanpa melihat fisiknya, nama snack ulat sutra ini aku bingung, gamang dan berpikir. Antara geli, jijik atau heran. Jelas dong aku gitu... Hayo, jujur ya nama itu sangat unik dan eksotis. Haha..kaya apa aja eksotis. Aku pikir snack tersebut dari ulat sutra yang digoreng atau tepung dari pati ulat sutra. Hiiyy...geli!

Pas melihat penampakannya, walah ternyata mirip seperti cheese stick cuma ada tekstur yang bergereget greget, halah..apa yah bahasa Indonesianya, bertekstur dan bergerigi semoga tepat ya mbak Pipit. Karena tekstur tersebutlah snack ini dikenal dengan nama snack ulat sutra. Ternyata mirip ulat sutra ya? Hahaha... Ada ada saja. Namun setelah nyoba snack ulat sutra mbak Pipit Dapur Kenanga.. Ternyata, eunaak banget. Bahasa alaynya, sumpah endeezz mak!

Snack ulat sutra ini terbuat dari tepung ketan, telur, keju, gula, air dan garam. Cara membuatnya semua bahan dicampur lalu dicetak dan digoreng dengan minyak goreng berkwalitas. Lalu dikemas dengan kemasan plastik plus aluminium. Nah, konon yang pernah buat snack ini katanya penuh perjuangan saat mencetaknya. Cetakannya tuh mirip cetakan cendol gitu, seperti saringan tapi bolongannya besar besar. Prosesnya, katanya keras banget. Hhm..mungkin karena terbuat dari ketan yah jadi keras. Karena sifat ketan kan lengket ya? Sehingga harus ditekan kuat kuat untuk mendapatkan tekstur si ulat sutra ini. Tetapi tidak dengan hasil akhirnya. Garing, renyah banget banget (pake 2x bangetnya karena sangat renyah). Kata orang tua jaman dulu, berakit rakit ke hulu berenang ke tepian. Bersakit sakit dulu bersenang senang kemudian adalah kata mutiara yang pas menggambarkan betapa sulitnya nyetak namun menghasilkan kerenyahan yang luar biasa nikmat banget banget.

Aahhh mbak Pipit, kamu membuat dietku kacau balau. Beli 2 bungkus habis sekejap deh. Hahaha.. Suka apa doyan! Habis enak sih.. Hayo deh coba aja buat.. Kalo aku rekomen mah ga usah bikin mending beli aja deh ke mbak Pipit Dapur Kenanga. Praktis ga ribet. Udah halal, jelas ada logo MUInya berasa aman lahir batin makannya dan udah juga ada Ijin dari Dinas Kesehatannya. Harganya pas rasanya lebih dari pas.. Enak banget banget deh kata aku... Mbak Pipit, pesan lagi ya, 5 bungkus! Segera kirim! Psttt.. lupakan diet dulu deh sejenak, hahaha...

Oh iya, kalo mau pesan ke hpnya mbak Pipit aja (082110153164) atau boleh singgah ke www.dapurkenanga.com. 

Rabu, 05 November 2014

One Fine Day...

One Fine Day...

Hari ini hari sabtu..alhamdulilah, sudah weekend aja nih.. Senang rasanya. Padahal aku sudah tidak bekerja sebagai karyawan juga sih..jadi pengaruh tidak yah...? Hahahaha...Weekend adalah hari yang paling menyenangkan karena Baba tidak ke kantor. Jadi senang aja formasi lengkap di rumah. Meski ga jalan jalan di rumah aja tetap senang. Karena ada Baba ga main berdua sama Ayi aja. Bisa bertiga rebutan remote tv, mainan games. Bahagia itu sederhana kan?

Weekend ini rencananya cuma mau main ke mall. Mau keluar kota atau jalan yang jauh jauh males aja rasanya. Apa sih di Bekasi yang ga ada? Semuanya udah ada. Mall, stadion, waterboom, hotel bintang lima sampai rumah sakit ( yang terakhir malesin banget yah kalo nginep disitu...) kasihan aja Bekasi kemarin sempat di bully. Loh kenapa jd ngomongin Bekasi yah... Baiklah lanjut. Paling senang kalo membawa Ayi main ke tempat main anak anak. Ada carousel kuda alias komidi putar...ddayung perahu, bom bom car, kereta kuda dan ombang ambing, dst... Ayi senang sekali. Kesempatan kali ini Ayi belajar menyetir bom bom car. Cepat juga ayi menyimak instruksi dari si mbak yang jaga. Seru...

Meski hanya ke mall tempat permainan sepertinya sih biasa yah untuk anak anak. Padahal justru dari sana, anakku semata wayang bisa banyak mendapatkan pelajaran baru. Balita bahkan anak anak yang lebih besar pasti suka sekali dengan permainan yang banyak disini. Terlihat mukanya Ayi excited, suka cita, sumringah melihat carousel kuda dan lainnya. Biasanya suka berjejal untuk menaiki permainan demi permainan. Nah, disinilah kita bisa mengajarkan anak kita untuk belajar sabar, mengantri, belajar bertoleransi, dan belajar disiplin. Sering kali yah kurasakan agak gimana gitu kalo lihat ibu ibu mendorong dorong anaknya, untuk maju maju ke depan agar dapat giliran no 1. Walapun dia baru saja datang. Duh...ibu... Senang sekali nyerobot tanpa terbersit rasa malu dan sungkan. Kasihan ya si ibu tsb, anaknya diajarkan nyerobot hak orang lain. Meski sudah ditegur tiada kata maaf terlontar dr si ibu. Sepertinya si ibu perlu direvolusi mental nih... hehehhee

Setelah habis main tadi perut lapar terasa. Ketika lagi asyik makan, tiba tiba ada seorang bapak bapak teriak marah marah. Mungkin dia tidak diperlakukan dengan cepat, karena kondisi resto tersebut memang cukup ramai. Dari kejadian tersebut ada 2 pelajaran berharga yang bisa aku dapat, yaitu si bapak bisa lebih sopan menegur meski marah, bisa lebih sabar. Kedua, si pelayan harus segera minta maaf kepada customer dengan senyum. Meski dimaki maki. Rasa rasanya aku sudah kenyang dengan kejadian tersebut. Diomelin nasabah meski murni bukan kesalahanku. Apes banget deh kalo lagi begitu.

Aahhh... weekend yang amat menyenangkan. Dapat pelajaran banyak hari ini. Semoga kita menjadi orang yang lebih baik dan sabar menghadapi masalah yang ada di depan kita... Yuk kita belajar antri dan tersenyum... Agar menebarkan kebaikan. ga rugikan...? Udah senyum berapa kali ya hari ini?

Make our world much better...