Assalamualaikum wr wb.
Oh Bullying.....
Tempo hari tersebar video bullying anak perempuan yang sedang di bully oleh teman temannya. Berdiri dipojokan kelas menangis sesegukan sambil sesekali menghapus air mata dengan jilbabnya. Si teman teman ada yang memukul, mendorong, menendang dan bahkan sambil lari terlebih dahulu. Terlihat untuk si pembully sepertinya amat menikmatinya juga sambil diteriaki oleh teman temannya.... lagi...lagi....
Astagfirullah....ya Allah... Masih kecil sudah bisa melakukan kebiadaban tersebut.... Air mata menetes melihat video tersebut. Langsung kupeluk anakku yang cuma semata wayang. Tak bisa kubayangkan bila anakku yang menjadi korban tersebut. Apa yang bisa kulakukan ya....
Terdengar berita bahwa kejadian tersebut hanya keisengan belaka anak anak tersebut. Ya Allah....iseng? Kok iseng seperti itu? Bagaimana ya gurunya menanamkan norma norma kehidupan, sopan santun, saling sayang menyayangi, norma agama dan sebagainya... Maaf, mungkin cuma numpang lewat saja..
Anak anak itu seperti kertas putih tinggal bagaimana awalnya orangtua, guru dan lingkungannys yang menulis dikertas tersebut. Baik buruknya.... Karena anak anak juga seperti spon busa kering yang amat sangat mudah n cepat menyerap air. Itu analoginya. Banyak sekali yang bisa dilihat oleh anak anak. Mulai kebiasaan dari rumah, sekolah dan lingkungan bermain. Ada contoh terdekat dari orang tua, keluarga, lingkungan rumah, tayangan televisi, bacaan dari buku, koran maupun majalah. Lalu ke sekolah ada guru, teman teman.... Mereka setiap hari melihat, mencontoh dari kebiasaan yang ada.
Ada contoh kecil yang membuatku tercengang dan berfikir. Seorang kerabat bercerita tentang seorang anak (usia TK 5th), yang sering sekali memukul, menendang, mendorong teman temannya tanpa ada sebab. Terlebih jika anak tersebut tidak senang dengan perlakuan temannya. Setelah melakukannya anak tersebut tertawa dengan senang sekali. Usut punya usut ternyata anak tersebut hobi menonton kartun dan mainan games perkelahian. Sepele namun terserap sempurna dengan cepat ke anak tersebut. Namun bullying tak sebatas dengan fisik. Bullying dengan kata kata pun juga dapat membuat anak jadi terluka hatinya. Malah terkadang bullying kata kata bisa lebih menancap kuat di dalam diri anak.
Nah.... Dengan kejadian tersebut aku berkaca dengan diri sendiri. Sudah aku memberikan bacaan, tayangan dan mainan yang tepat untuk anakku berhubung anakku masih sangat belia ? Juga berusaha memberikan penjelasan yang menurutku sederhana yang dapat dicerna oleh anak. Pembekalan untuk anakku agar tak menjadi korban bully yaitu menumbuhkan rasa keberanian untuk melawan jika tak bersalah, membela yang benar. Bahkan mungkin kalau ekstremnya suamiku mau memasukan anakku ke club beladiri. Selain untuk benteng diri dari luar ketika dia sendiri.
Semoga dengan sedikit bekal tersebut suatu saat nanti anakku tidak jadi korban bullying dan tidak membully temannya. Aamiin...
Memilih apa yang terbaik untuk anak anak kita. Jangan dengan atas nama sayang kita bisa mempermisifkan hal hal yang bisa merusak anak anak kita. Bijak memilih mainan, bacaan, tayangan dan lingkungan untuk buah hati kita.
Nah... Sudahkah kita berintropeksi selalu menjadi orangtua yang baik dan bijaksana?
Sekian yah cerita dr si mbok D yg suka bikin geleng2...
Wassalamualaikum wr wb...
#nikmatnya tak bersisa... Mau lagi dong Ayam Goreng Tulang Lunaknyaaaaaaa....!!!!!!
Hp 081282093446
Bb 25abea09
Nyimak tuk mengambil pelajaran....
BalasHapusBekali anak-anak kita dengan pengetahuan dan kemampuan yang cukup utk melindungi dirinya saat kita tak ada bersama mereka. Dan doakan terus anak-anak kita, Bubu.. semoga Allah senantiasa memberikan perlindungan-Nya dan menjauhkan mereka dari segala bentuk keburukan dan kejahatan. Aamiin..
BalasHapus