Sabtu, 11 Oktober 2014

Ibu....Bubu....

Ibu...Bubu...

Bubu..... Sini yuk..Bobo aja..di kamar aja....

Celoteh Ayi yang beberapa hari ini sering banget terdengar. Terdengar suara yang lirih perlahan terkadang diiringin dengan rengekan dan tangisan. Hhhmmm... artinya Ayi lagi sakit. Ya Allah...sedih banget ketika melihat matanya sembab sayu, drastis hilang nafsu makannnya, badannya demam tinggi hingga 39,5'C , kulit dan mukanya timbul bercak bercak merah...

Tak henti hentinya aku berdoa, menangis dalam hati dan merasa bersalah berkepanjangan. Berdoa untuk kesembuhan anakku semata wayang titipan Allah SWT. Menangis karena khawatir dan sedih melihatnya yang aktif sekali sekarang lebih banyak berbaring lemah di tempat tidur. Merasa bersalah banget karena jatuh sakit setelah aku tinggalkan hanya 2 hari saja untuk sosialisasi perijinan industri rumah tangga tempo hari.

Hari pertama masih baik baik saja saat aku tinggal untuk sosialisasi. Hari ke dua saat mengantar aku ke tempat sosilisasi Ayi menangis karena aku turun dari mobil. Meskipun aku pamit padanya, "Ayi sayang, Bubu mau sekolah dulu yah...Ayi baik baik ya sama Baba n mbak. Makan yang banyak..anak soleha, pinter nan cantik Bubu...Baba..." Dan aku peluk sambil aku cium dan usap usap punggungnya. Dengan sedikit terpaksa aku lepaskan pelukannya dan turun dari mobil. Dalam hati semoga tidak nangis berkepanjangan.

Hari ke dua sosialisasi ternyata selesai lebih cepat. Ketika sampai rumah, ternyata...aahh.. hatiku kosong dan sepi karena Ayi tidak di rumah. Biasanya siang hari sepulang sekolah, Ayi tidur, makan, main sepeda di garasi, kasih makan kura kuranya, nonton saluran cbebbies dan H5 favoritnya sambil menari nari mengikuti tarian di tv dan serangkaian permainan yang aku lakukan bersamanya. Membahagiakan...

Selepas maghrib Ayi dan Baba pulang. Ketika aku gendong kurasakan badannya panas sekali. Aku pikir karena si mbak memakaikan sweater tebal hingga kepalanya tertutup. Aku tunggu 30 menit, ternyata masih panas. Dan sepertinya makin panas. Oke... Harus dicek nih, pikirku. Ya Allah benar saja, termometer menunjukan angka 39,5'C. Tingginya...ya Allah... Aku peluk dan gendong terus menerus agar panasnya Ayi bisa terbagi ke tubuhku...

Hati Ibu mana yang tak terkoyak melihat buah hatinya sakit. Rasanya ingin memindahkan rasa sakitnya ke tubuh Ibu agar anak tidak menderita. Begitu biasanya perasaan seorang Ibu ketika anaknya sakit. Apapun yang bisa dilakukan seorang Ibu pasti dilakukan untuk kesembuhan anaknya.

Jadi teringat dengan Ibuku. Membayangkan perasaan Ibu ketika kami sakit. Aku hanya mempunyai seorang Ayi, sedangkan Ibu punya 6 buah hati. Pasti berkali kali sedih ketika buah hatinya bergantian jatuh sakit. Baru kali ini, ketika aku sudah punya anak kurasakan sedihnya hati Ibu kalo aku sakit. Ternyata seperti inilah rasa sedihnya... Ya Allah maafkan aku ya Bu... Kalo aku menutupi sakitku hingga saat ini. Karena aku ga mau Ibu jadi sedih berkepanjangan dan bisa mengganggu kesehatan Ibu. Terakhir saat lebaran aku terpaksa dirawat dan aku memilih tidak memberi kabar kepada Ibuku. Aku sangat takut jantung Ibu kambuh kalo mendengar aku sakit.

Seorang Ibu akan sekuat tenaga akan menjaga buah hatinya tetap sehat, bahagia lahir bathin, aman dan nyaman. Meski apapun yang terjadi dan kondisinya.

Ya Allah, semoga Engkau menjaga kesehatan kami sekeluarga dunia akhirat.

Sekian yah cerita dr si mbok D yg suka bikin geleng2...
Wassalamualaikum wr wb...

#nikmatnya tak bersisa... Mau lagi dong Ayam Goreng Tulang Lunaknyaaaaaaa....!!!!!!
Hp 081282093446
Bb 25abea09

1 komentar:

  1. Seorang anak baru akan bisa merasakan segala penderitaan dan kebahagiaan Ibunya saat anak itu sendiri sudah menjadi seorang Ibu. Biasanya saat itulah kita akan lebih menghargai segala yang telah ibu berikan kepada kita dan kita akan merasa lebih membutuhkan Ibu...

    BalasHapus